Minggu, 02 Maret 2025

SENI DAN BUDAYA

JATHILAN WARGO BUDOYO, DUSUN SUMBO, SAMIGALUH, KULON PROGO, DIY

By. Anjar Dwi Astono

“Jathilan Wargo Budoyo dari Dusun Sumbo, Samigaluh, Kulon Progo, merupakan seni pertunjukan yang menggabungkan unsur tarian, musik, dan spiritualitas. Berakar pada tradisi leluhur, Jathilan bukan sekadar hiburan tetapi juga memiliki aspek ritual, seperti doa dan sesaji sebelum pementasan. Tarian ini melambangkan keberanian dan keprajuritan dengan gerakan dinamis para penari berkuda kepang. Salah satu ciri khasnya adalah fenomena trance, di mana penari mengalami kesurupan dan menunjukkan kekuatan supranatural, yang kemudian dikendalikan oleh dukun atau pawang. Selain aspek mistis, Jathilan juga dianggap sebagai komunikasi dengan dunia spiritual, sehingga ada pantangan tertentu yang harus ditaati. Keberlanjutan Jathilan Wargo Budoyo mencerminkan bagaimana seni tradisional tetap lestari di tengah modernisasi, berperan sebagai ekspresi budaya, sarana ritual, serta media pelestarian nilai-nilai leluhur dalam kehidupan masyarakat Kulon Progo.”

 

BERKESENIAN DARI MITOS KE LOGOS

Jathilan, sebagai salah satu seni pertunjukan rakyat yang berkembang di Jawa, memiliki akar yang kuat dalam tradisi spiritual dan budaya masyarakat setempat. Seni ini berakar dari tradisi leluhur yang menggabungkan unsur tarian, musik gamelan, serta unsur magis yang sering kali dikaitkan dengan ritual dan praktik kepercayaan animisme dan dinamisme. Jathilan Wargo Budoyo dari Dusun Sumbo, Samigaluh, Kulon Progo, merupakan salah satu kelompok seni yang masih mempertahankan keaslian dan nilai-nilai tradisional dalam pementasan Jathilan, baik dari segi musik, gerakan tari, hingga elemen mistis yang menyertainya.

Dalam setiap pementasannya, Jathilan Wargo Budoyo tidak hanya berfungsi sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki unsur ritual yang kuat. Sebelum pertunjukan dimulai, biasanya terdapat prosesi tertentu, seperti doa dan sesaji yang dipersembahkan kepada leluhur atau roh penjaga agar pementasan berjalan lancar. Ritual ini diyakini dapat memberikan perlindungan bagi para penari dari gangguan gaib yang mungkin terjadi selama pertunjukan. Selain itu, prosesi ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada tradisi nenek moyang yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tarian dalam Jathilan memiliki makna simbolis yang mencerminkan keberanian, ketangguhan, dan semangat keprajuritan. Gerakan yang lincah dan dinamis menggambarkan simulasi pertempuran, yang pada masa lalu sering kali dikaitkan dengan kisah-kisah heroik dalam sejarah Jawa. Para penari, yang umumnya mengenakan atribut kuda kepang, melambangkan pasukan berkuda yang gagah berani. Namun, di balik makna keprajuritan tersebut, tarian Jathilan juga menyiratkan nilai spiritual yang mendalam, yaitu hubungan antara manusia dengan dunia supranatural.

Salah satu aspek yang paling menarik dalam Jathilan adalah fenomena trance atau kesurupan yang dialami oleh para penari. Dalam tradisi Jathilan Wargo Budoyo, trance atau kondisi kesurupan dianggap sebagai perwujudan dari interaksi antara manusia dan kekuatan gaib. Para penari yang mengalami trance akan kehilangan kesadaran diri dan melakukan gerakan-gerakan di luar kendali, seperti makan benda-benda tajam, berjalan di atas pecahan kaca, atau menunjukkan kekuatan fisik di luar batas normal manusia. Dalam kondisi ini, peran dukun atau pawang menjadi sangat penting. Dukun bertugas sebagai pengendali ritual yang memastikan bahwa proses trance berlangsung dengan aman dan dapat mengembalikan kesadaran para penari setelah pementasan selesai.

Aspek mistis dalam Jathilan Wargo Budoyo tidak hanya terbatas pada fenomena trance, tetapi juga mencakup mitos dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat sekitar. Banyak yang meyakini bahwa pementasan Jathilan tidak hanya sekadar seni pertunjukan, melainkan juga bentuk komunikasi dengan dunia spiritual. Oleh karena itu, dalam setiap pementasan, terdapat berbagai pantangan dan aturan yang harus dipatuhi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Keyakinan ini memperkuat posisi Jathilan sebagai seni yang bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana ritual yang memiliki makna religius dan sosial dalam kehidupan masyarakat Dusun Sumbo.

Dengan tetap mempertahankan unsur budaya dan nilai spiritualnya, Jathilan Wargo Budoyo tidak hanya menjadi warisan seni yang berharga, tetapi juga menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat. Eksistensinya mencerminkan bagaimana seni tradisional dapat bertahan di tengah modernisasi, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur. Sebagai bagian dari kekayaan budaya Yogyakarta, khususnya Kulon Progo, Jathilan Wargo Budoyo menjadi bukti nyata bahwa seni tradisional masih memiliki tempat yang penting dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai ekspresi seni, sarana ritual, maupun media pelestarian nilai-nilai tradisi.

#jathilan, #senibudaya, #pariwisata, #samigaluh, #sumboargo

DAFTAR PUSTAKA

1.      Endraswara, Suwardi. (2018). Mistik Kejawen: Sinkretisme, Simbolisme, dan Sufisme dalam Budaya Spiritual Jawa. Yogyakarta: Narasi.

2.      Hadiwijono, Harun. (2015). Religi Jawa: Agama Asli Indonesia di Era Modernisasi. Yogyakarta: Kanisius.

3.      Haryanto, S. (2006). Seni Pertunjukan Rakyat di Jawa: Sejarah, Perkembangan, dan Eksistensinya. Jakarta: Balai Pustaka.

4.      Koentjaraningrat. (1985). Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

5.      Pigeaud, Th. (1938). Javaanse Volksvertoningen: Bijdrage Tot De Beschrijving Van Land En Volk. Leiden: Brill.

6.      Rohmadi, M., & Saryono. (2011). Seni Tradisi dan Budaya Jawa: Kajian Filosofis dan Estetis. Surakarta: UNS Press.

7.      Sedyawati, Edi. (2006). Pertunjukan dalam Masyarakat Jawa: Makna dan Perkembangannya. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

8.      Sunarto. (2010). Dinamika Kesenian Tradisional dalam Kehidupan Masyarakat Jawa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

9.      Susilo, Bambang. (2014). Jathilan sebagai Warisan Budaya: Studi Sosial dan Ritual Seni Tradisional di Yogyakarta. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

10.  Widodo, J. (2012). Ritual dan Kepercayaan dalam Seni Tradisional Jawa. Surabaya: Paramita.

Link:

https://regional.kompas.com/read/2022/09/21/222355378/apa-itu-jathilan-asal-usul-gerakan-dan-properti?page=all

https://www.youtube.com/watch?v=E55SWDJtBV8

https://desadadapayu.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/175-Wargo-Putro-Budoyo-Mengudara

 

 

 

 

SENI DAN BUDAYA

JATHILAN WARGO BUDOYO, DUSUN SUMBO, SAMIGALUH, KULON PROGO, DIY By. Anjar Dwi Astono “Jathilan Wargo Budoyo dari Dusun Sumbo, Samigalu...